Minggu, 14 Juni 2015

Penggamit Hati

Mari cemburu pada mereka yang selalu 
bercumbu dengan ilmu 
berlimpah dengan dakwah
bermesra dengan allah

Assalamu alaikum wr wb.
tulisan ini di tujukan untuk kamu, iya kamu. 

kamu yang selalu mencurahkan jiwa dan raga untuk menyampaikan firman tuhanmu kepada orang lain. untuk kamu yang mungkin sudah ter Cap dengan label Da'i di kalanganmu. dan untuk Kamu yang tahu seberapa besar cinta para Da'i terhadap orang yang di dakwahkan.

untuk para da'i yang mungkin sempat kehilangan rasa Bersemangat, semoga tulisan ini dapat Memberikan Semangat baru untuk Tetap Terus Berjuang. 

"Nama lelaki di surah Yasiin itu," Demikian dinyatakan Ikrimah dari Ibn abbas "adalah Habib Ibn Surri An najr, Seorang tukang kayu".

Allah Subhanahu wa Ta'ala menjadikan sosok yang sesungguhnya tak disebut namanya didalam wahyu ini sebagai teladan tentang cinta yang tak habis habis bagi ummat disekelilingnya. dia bukan rasul, bukan nabi, bukan pula ulama. Hal terawal yang difahaminya hanyalah bahwa para rasul yang datang kekotanya itu orang-orang tulus. mereka menghasung kebenaran dan mengajarkan kebajikan sama sekali tanpa meminta imbalan. Bagi habib, mereka adalah orang-orang yang mendapat sekaligus membawa petunjuj.
maka dengan bergegas-gegas dari ujung kota, dia berseru seru, "Wahai Kaumku, Ikutilah para utusan allah itu" Dan habib an Najr, demikian menurut sebagian mufassirin, setelah menyimak apa yang disampaikan para terutus itu kemudian melantangkan dengan anggun pernyataan imannya.

"Mengapa aku tidak menyembah (Tuhan) yang telah menciptakanku dan yang hanya kepada-Nya-lah kamu (semua) akan dikembalikan?
Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain-Nya jika (Allah) Yang Maha Pemurah menghendaki kemudharatan terhadapku, niscaya syafa'at mereka tidak memberi manfaat sedikitpun bagi diriku dan mereka tidak (pula) dapat menyelamatkanku?
Sesungguhnya aku kalau begitu pasti berada dalam kesesatan yang nyata" (QS Yaasiin : 22-24)

Kalimat Habib An Najr lugas tapi menyentak, Sederhana tapi menghujam, "kalau Allah pencipta kita" begitu ujarnnya, mengapa kit menyembah selain dia. padahal kepada-Nyalah semua insan kelak kembali untuk mempertanggungjawabkan perbuatan"

"dan seandainya Allah," Lanjutnya, "punya sifat Ar-Rahman, Maha Pengasih, sampai pula menghendaki bahaya bagiku; berhala-berhala iini semuanya takkan dapat menjadi perantara mohon pertolongan apalagi akan menyelamatkan. mereka tak dapat melihat, mendengar dan berbicara. mereka sama sekali tidak berdaya".

mendengar ungkapannya itu, para pemukakaumnya murka, betapa seorang lelaki tak dikenal, dari kalangan jelata lagi miskin, mengajari mereka tentang agama. Betapa seorang yang bukan siapa-siapa, mengungkap kesajatian iman yang membuat apa yang mereka yakini selama ini tampak bathildan konyol. maka diperintahkanlah para pengikut untuk mengeroyok dan menyiksanya, hingga dadanya remuk dan isi perutnya terburai akibat diinjak-injak.

Di Detik-detikterakhirnya, dalam sekarat yang menyergapkan manisnya iman, diiringi air mata para utusan alllah yang tak kuasa menolongnya, dia mencoba bicara, nafasnya yang satu-satu, darahnya yang sia-sia, tak menghalanginya menyunggingkan senyum ridha.

Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu; maka dengarkanlah (pengakuan keimanan)ku. (QS Yaasiin : 26)

Kata-katanya ini menurut imam Ath-Thabary,Khitabnya ditujukan kepada para rasul yang mendampingi di akhir hayatnya. Para Rasul itu takjub dan cemburu terhadap iman yang telah menggerakkan habib An Najr berdakwah dengan mempersembahkan raga dan nyawanya. betapa sebentar dia belajar. betapa cepat dia memahami. betapa dalamdia meyakini. betapa besar cinta pada kaumnya. betapa hebat penyampaian dakwahnya. dan betapa mahal pengorbanannya.

Kisah sang Da'i tak berhenti sampai disitu. sebab mereka yang ada dijalan dakwah yang allah rtidhai, tetap hidup sesudah mati. hidup dengan semua arti yang terkandung dalam kata "hidup" itu sendiri. Habib An Najr membuktikan diri sebagai lelaki pengamit hati yang cinta ikhlasnya tuk kaumnya terus dia dengungkan dari dalam surga yang abadi.

"Aduhai alangkah baiknya seandainya kaumku mengetahu. bersebab apa kiranya rabbku mengampuni dan menjadikanku termasuk orang-orangyang dimuliakan" (QS Yaasiin : 26-27)

inilah orang yang mencintai bagi seluruh kaumnya, apa yang dicintainya untuk diri sendiri.inilahorang yang mengharapkan bagi kaumnya, apa yang diharapkannya bagi dirinya sendiri. inilah orang yang mentakutkan atas kaumnya, apa yang ditakutkannya atas dirinya sendiri. sungguh jiwa sejati da'i sejati, yang kasihnya kepada ummat dia bawa mati. Sungguh, setiap yang memiliki jiwa penggamit hati,adalah lapis-lapis keberkahan yang mencahayai zaman.

Habib An Najr sudah mati. Maka Allah yang Maha Santun dengan firmanNyayang maha benar menyampaikan apa yang dia katakan dari alam yang sudah berbeda. bahwa dia mencintai kaumnya, amat berhasrat menggamit semua hati untuk dibawa ke dalam cahaya, untuk diajak menikmati surga.

Salim A. Fillah Dalam Lapis-lapis Keberkahan

0 komentar:

Posting Komentar