Rabu, 10 April 2013

Yuk Pacaran!


Yuk, mari kita pacaran. Lah kok pacaran? Kenapa pacaran? Memang gak ada amalan lain yang lebih baik? Sebenarnya apa itu pacaran? Seperti yang kita ketahui, ketika kita mendengar pacaran apa yang ada dibenak kita? Mojok berdua-duaan? Ngapain?  Dan siapa sih yang gak mau pacaran? Kita selalu mengingat dia, dikala sebelum tidur, sebelum belajar, sebelum makan, sebelum masuk kelas yang kita ingat hanya satu, yaitu pacar kita. Siapa sih pacar kita? Apa sih pacar yang sesungguhnya? Kok kita sampai rela berkorban untuk pacar kita? Kan dilarang? Pacaran seperti apa sih yang dimaksud? Mau tau? Yuk kita cekidot ….
Dari Ibnu Abbas r.a., beliau mengatakan ada seseorang yang bertanya kepada Rasulullah saw. “Wahai Rasulullah, amalan apakah yang paling dicintai Allah?” Beliau menjawab, “Al-hal wal murtahal.” Orang ini bertanya lagi, “Apa itu al-hal wal murtahal, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Yaitu yang membaca Al-Qur’an dari awal hingga akhir. Setiap kali selesai ia mengulanginya lagi dari awal.” (HR. Tirmidzi)
Al-Quran merupakan petunjuk hidup yang Allah turunkan melalui nabi kita Muhammad SAW. untuk umat manusia, agar tidak tersesat ke dalam jurang kemaksiatan. Teruntuk orang yang bertakwa, tidak diragukan lagi kebenaran kalam-Nya (QS. 2: 2), maka jika masih ada dari umat ini yang meragukan kebenaran Al-Quran, bisa disimpulkan bahwa dia belum bertakwa. Pada dasarnya, Al-Quran adalah mukjizat dari Allah SWT. karena kandungannya telah membuktikan bahwa Al-Quran dapat mencetak umat-umat terbaik diakhir zaman.
Banyak manfaat yang diperoleh dari membaca Al-Quran. Menurut Ustadz Irfan Syauqi Beik yang merupakan Kepala Departemen Ekonomi Syariah mengatakan bahwa Al-Quran dapat merangsang saraf-saraf otak. Pernyataan beliau didukung oleh Dr. Nurhayati dari Malaysia. Beliau mengemukakan hasil penelitiannya tentang pengaruh bacaan Al-Qur’an dapat meningkatkan IQ bayi yang baru lahir dalam sebuah Seminar Konseling dan Psikoterapi Islam sekitar tujuh tahun yang lalu. Dikatakannya, bayi yang berusia 48 jam saja akan langsung memperlihatkan reaksi wajah ceria dan sikap yang lebih tenang.
Dalam musik terkandung komposisi not balok secara kompleks dan harmonis, yang secara psikologis merupakan jembatan otak kiri dan otak kanan, yang output-nya berupa peningkatan daya tangkap/konsentrasi. Ternyata Al-Qur’an pun demikian, malah lebih baik. Ketika diperdengarkan dengan tepat dan benar, dalam artian sesuai tajwid dan makhraj, Al-Qur’an mampu merangsang syaraf-syaraf otak pada anak. Selama dua tahun pertama anak mengalami ledakan terbesar dalam hal perkembangan otak dan hubungan antar sel (koneksi). Lalu setahun kemudian otak mempunyai lebih dari 300 trilyun koneksi, suatu kondisi yang susah terjadi pada usia dewasa, terlebih usia lanjut. Makanya para pakar perkembangan anak menyebut usia balita sebagai golden age bagi perkembangan inteligensia anak. (Anonim 2012)

Tilawah, dengan membacanya sama saja dengan kita sedang mendulang banyak pahala. Seperti yang dikemukakan dalam sebuah hadits:
قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ
“Barangsiapa membaca satu HURUF dari Kitabullah (Al Qur`an), maka baginya satu pahala kebaikan dan satu pahala kebaikan akan dilipat gandakan menjadi sepuluh kali, aku tidak mengatakan ALIF LAAM MIIM itu satu huruf, akan tetapi ALIF satu huruf, LAAM satu huruf dan MIIM satu huruf.” (HR. At Tirmidziy, dan beliau berkata; Hadits ini hasan shahih gharib dari jalur ini) Jika sehari saja kita membaca tilawah minimal seratus huruf per hari, maka pahala kita sudah menjadi seribu. Jika tilawah seribu huruf per hari, maka pahala kita menjadi sepuluh ribu. Begitu pula seterusnya.
            Berikut akan dijelaskan beberapa keutamaan tilawah:
1. Al-Qur’an adalah Kalamullah
a. Kitab yang Mubarak (diberkahi)
Allah SWT berfirman, “Dan Ini (Al-Qur’an) adalah Kitab yang Telah kami turunkan yang diberkahi; membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) ummul Qura (Mekah) dan orang-orang yang di luar lingkungannya. orang-orang yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat tentu beriman kepadanya (Al-Qur’an) dan mereka selalu memelihara sembahyangnya.” (QS. Al-An’am (6) : 92)
b. Menuntun ke jalan yang lurus.
Allah SWT berfirman,
“Sesungguhnya Al-Qur’an Ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.” (QS. Al-Isra’ (17) : 9).
c. Tidak ada sedikit pun kebatilan di dalamnya
Allah SWT berfirman,
“Yang tidak datang kepadanya (Al-Qur’an) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Rabb yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji.” (QS. Fushshilat: (41): 42).
2. Membaca Al Qur’an adalah sebaik-baik amal perbuatan.
Rasulullah SAW bersabda:
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar dan mengajarkan Al-Qur’an” (At-Tirmidzi dari Utsman bin Affan, hadits hasan shahih).
3. Al-Qur’an akan menjadi syafi’ (penolong) di hari Kiamat.
Rasulullah SAW bersabda,
“Bacalah Al-Qur’an sesungguhnya ia akan menjadi penolong pembacanya di hari kiamat.” (Muslim dari Abu Umamah).
4. Beserta para malaikat yang mulia di hari Kiamat.
Sabda Nabi SAW,
“Orang yang mahir membaca Al-Qur’an bersama para malaikat yang mulia dan baik dan orang yang membaca Al-Qur’an dengan terbata-bata, ia mendapatkan dua pahala.” (Muttafaq Alaih dari Aisyah ra.)
5. Perumpamaan orang beriman yang membaca Al-Qur’an.
Sabda Nabi SAW,
“Perumpamaan orang beriman yang membaca Al-Qur’an adalah bagaikan buah utrujah, aromanya harum dan rasanya nikmat. Perumpamaan seorang mukmin yang tidak membaca Al-Qur’an seperti buah kurma, tidak ada baunya dan rasanya manis. Perumpamaan seorang munafik yang membaca Al-Qur’an bagai raihanah (semacam bunga kenanga), baunya harum namun rasanya manis. Dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al-Qur’an bagai buah handzalah (antawali), tidak ada buahnya dan rasanya pahit.” (Muttafaq Alaihi)
6. Penyebab terangkatnya derajat suatu kaum.
Sabda Nabi SAW,
“Sesungguhnya Allah akan mengangkat suatu kaum dengan kitab ini dan akan menjatuhkannya dengan kitab ini pula” (Muslim dari Umar bin Khatthab).
7. Turunnya rahmah dan sakinah
Sabda Nabi SAW,
Tidak ada satu kaum yang sedang membaca, mempelajari, dan mendiskusikan kitab Allah, kecuali para malaikat akan menaungi mereka, dan rahmat Allah akan tercurah kepadanya, dan sakinah (kedamaian) akan turun di atasnya, dan Allah
akan sebutkan mereka pada makhluk yang ada di sisi-Nya.” (Ahmad dari Abu Hurairah).
8. Memperoleh kebajikan yang berlipat ganda.
“Barang siapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah, maka ia akan memperoleh satu hasanah (kebajikan), dan satu hasanah akan dilipat gandakan menjadi sepuluh. Aku tidak katakan alif lam mim satu huruf, akan tetapi ali satu hurf, lam satu huruf, dan mim satu huruf.” (At-Tirmidzi)
9. Bukti hati yang terjaga/melek.
Rasulullah SAW bersabda,
“Sesungguhnya orang yang di hatinya tidak ada sesuatupun dari Al-Qur’an, maka ia bagaikan rumah rusak.” (At-Tirmidzi dari Ibnu Abbas).
                Jadi udah tau kan apa itu pacaran yang sebenarnya? Iya betul, pacaran alias Pada Baca Al-Quran. Dan pacar kita sesungguhnya adalah Al-Quran. Satu-satunya pacaran yang halal, yang sehat, dan mencerdaskan otak kita. Dengan pacaran seperti ini, hati bisa menjadi jernih, bersih dan suci. Bahkan ketika kita sedang futur atau bahasa gaulnya galau, mending langsung pacaran. Itu sih saran dari penulis. Kurang lebihnya mohon maaf, karena kesempurnaan milik Allah, dan kekurangan hanya milik syaithan yang terkutuk melalui perantara penulis. Semoga bermanfaat. Jazakallah khair.
           

oleh: Arief Alimudin Singkar




0 komentar:

Posting Komentar