Jumat, 22 Juni 2012

LPQ: Tentang Al Qur'an, Kampus, dan Peradaban


“...Terbaik  antaramu,” kata Sang Nabi dalam riwayat Muslim,”adalah yang belajar dan mengajarkan Al-Qur’an..”

Maka izinkanlah kami menjelaskan sekilas tentang lembaga ini: Lembaga Pengajaran Qur’an Al Hurriyyah. Kami tahu, kami bukanlah pasukan terbaik sebagaimana hadist diatas berujar. Hanya saja kami tengah mencoba melangkahkan kaki ke arah itu. Ditambah dengan kerisauan kami melihat bacaan yang mulia ini mulai berdebu karena banyak ditinggalkan. Dan atas kehendak Allah lah kami bergerak di jalan ini. Sementara ini kami menspesialisasikan diri ke dalam 4 departemen: Tahsin (perbaikan bacaan Al Qur’an), Tahfidz (menghafal Al Qur’an), Mujawwad (seni baca Al Qur’an), dan Syi’ar Al Qur’an.


Selembut Tahsin. Departemen ini memfokuskan diri dalam perbaikan bacaan Al Qur’an bagi mahasiswa IPB yang masih terbata atau yang sudah bisa namun ingin meningkatkan kemampuan membacanya. Ada beberapa target dari tahsin yaitu Benar, Lancar, dan indah. Membuka masa ajaran tiap semester dengan 2 tingkatan: Tahsin 1 dan tahsin 2. Insya Allah, di bulan Ramadhan tahun ini akan ada kelas khusus.

Sehangat Tahfidz. Menghafal Al Qur’an menjadi fokus utamanya. Diperuntukan bagi mereka yang punya kemauan untuk menyimpan Al Qur’an di hafalannya. Menempatkan hafalan dalam hatinya. Karena Al Qu’ran lebih mempunyai hak untuk memenuhi hati dan akal kita.

Seindah Mujawwad. Seni membaca Al Qur’an. Bergerak  khusus untuk memperindah dalam pembacaan Al Qur’an. Karena hati ini cenderung pada yang indah-indah, maka Mujawwad menemukan urgensinya disini.
Sesegar Syi’ar. Karena begitu banyak nilai yang terkandung dalam Al Qur’an. Yang telah, tengah, atau belum disadari. Maka Tugas departemen ini lah untuk menyebarkannya lewat berbagai cara termasuk media online dan cetak. Tentunya dengan kemampuan kami yang terbatas namun dibantu Kewenangan Allah yang maha Luas.

Semua departemen itu saling berintegrasi. Laiknya sebuah bangunan, Tahsin menjadi pondasi untuk mengokohkan, Tahfidz berperan sebagai tiang untuk meninggikan, mujawwad sebagai ukiran untuk memprindah bangunan, sedangkan Syi’ar bak taman yang mempersejuk pandangan. 

Akhirnya, kami mohon Do’a dari antum sekalian agar kami mampu konsisten berjalan di setapak ini.
Jazaakumullah Khairan Katsiran.

Juni, 2012
Dept. Syi’ar Al Qur’an

0 komentar:

Posting Komentar